Kamis, 26 Februari 2015

Kencan Jakarta

Mau nge-date tapi nggak punya duit lebih? 
tenang.... Blog saya yang satu ini akan mengupas lengkap tentang Tempat Kencan Murah di Jakarta yang nge-hitz banget. 

Blog ini akan memberikan informasi lengkap tempat kencan yang murah tapi nggak murahan dengan informasi detail dari mulai menu makanan, minuman, alamat lengkap, sampai harganya. Lumayan kaaan buat referensi nge-date pantauers. hehehe...

Kencan Jakarta saya ambil dari sebuah buku yang menjadi inspirasi saya dengan nama penulis "Anisa Anindhika" karena kurang lebih isi dari buku itu akan saya tinjau ulang lagi langsung ke TKP alias tempat makannya langsung dan memberikan keterangan lebih lengkap dari buku "Kencan Jakarta", dan menambahkan beberapa tempat makan yang emang lagi ngehitz banget di Jakarta yang murah abis. 

Selamat mantau ya Pantauers. Happy eating!! Happy Dating!! Enjoy Jakarta... Kencan Jakarta. 

Sabtu, 14 Februari 2015

Kuliner Tradisional Jakarta

Restoran di Jakarta memang banyak menyajikan makanan dan minuman Nasional yang berasal dari beragam Suku di Indonesia dan Internasional di seluruh mancanegara. Tapi coba kita tengok ke belakang dimana ada Kuliner Khas Jakarta yang memang harus dilestarikan keberadaannya dan tidak boleh tersisihkan karena datangnya urban yang mengubah kekhasan Ibukota Negara Indonesia ini. 

Disini, saya sebagai Putri dari Suku Betawi, akan membahas "Kuliner Tradisional di Jakarta" yang langsung saya liput ke Jalan-jalan sekitar Jakarta untuk melestarikan Kekhasan yang ada di Jakarta.

1. Kue Pancong

Kue ini masih banyak ditemukan di Jakarta, dibawah jembatan Shelter Busway Central Harmoni, ada seorang bapak membawa gerobak menjual Kue Pancong. 

Kue Pancong, Abang, dan Gerobaknya

Kue ini emang tidak terlalu beda dengan Kue Rangi, cuma cara penyajian dan bentuknya. Kue Pancong dibuat dari tepung terigu, garam, lalu diadonin dan dipanggang di cetakan khusus kue pancong. Bentuknya seperti setengah bulan. diatasnya ditaburi kelapa parut yang membuat kue ini menjadi gurih dan lezat ditambah taburan gula pasir putih yang semakin lezat untuk di santap. Harga Kue Pancong ini sangat murah. 1 piece kue pancong Rp.500,-

2.  Gado-Gado 

Gado-gado merupakan makanan khas Jakarta yang memang sudah tak asing lagi di teliga, rasanya yang enak, pas dikantong dan cocok untuk santap bersama teman, keluarga, ataupun rekan bisnis yang sudah bosan dengan makanan western. Restoran ini menyajikan khusus untuk Gado-Gadonya. Namanya Gado-Gado Boplo.

Gado-Gado Spesial dan Ice Cappucino ala Gado Gado Boplo Cabang Kuningan
Gado-gado terdiri dari sayuran yaitu tauge, kacang panjang, salada air, tahu goreng ditambah lontong dan siraman kuah kacang yang kental dan ditaburi kerupuk ikan yang bikin gado-gado ini semakin lezatttt.

3.  Asinan Betawi

Siapa yang tak kenal dengan olahan makanan yang bahan dasarnya sayur mentah dan buah segar?? yap!! Asinan Betawi ini memang paling banyak digemari orang banyak selain gado-gado dan karedok.


Asinan Betawi terbagi menjadi 2, ada Asinan Sayur dan Asinan Buah.

Asinan Sayur diolah dengan bahan-bahan seperti salada air, tahu putih, timun, tauge, dan disiram kuah sambel kacang yang kental. ditaburi kacang goreng, kerupuk kuning bunder dan kerupuk campur.

Asinan Buah diolah dengan bahan yang pasti dari buah yaitu bengkoang, kedongdong, nanas, dan mangga disiram kuah sambel agak encer.

Coba saja datangi Asinan Betawi Kamboja, Jalan Gang Kamboja (persisnya seberang RS. Persahabatan). Rumah Makan Asinan Betawi Kamboja ini sudah sangat melegenda sejak dahulu dan terkenal akan enaknya asinan betawi.



Jakarta Menghibur dan Berdenyut!

Rasakan denyut jantung kota Jakarta yang menawarkan kehangatan sebuah kebersamaan dan kegembiraan sepanjang hari dan malam. Nikmati waktu anda bersama keluarga di tempat wisata terbesar di Jakarta dengan rangkaian edukasi yang menghibur, kegembiraan bermain dan kedekatan dengan alam.

Jika anda ingin melepas rasa penat dan menghilangkan stres, lanjutkan keseruan di malam hari dengan menikmati semarak malam kota Jakarta lewat dentunan musik yang penuh semangat di diskotek atau bersantai di pub dan cafe yang tersebar di berbagai penjuru kota. Bangkitkan kembali jiwa muda dan temukan energi yang luar biasa selama anda berlibur di Jakarta.


Sumber Informasi :
Leaflet "Enjoy Jakarta"
Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Saat Santai di Jakarta

Berlibur adalah saat dimana anda bisa merasa rileks dan puas memanjakan diri. Nikmati pengalaman spa berstandar internasional lewat berbagai teknik pemijatan dan manafaat terbaik dari rempah-rempah berkhasiat yang terkenal di dunia. Temukan fasilitas spa di hotel-hotel berkelas dan rumah-rumah perawatan dengan berbagai kenyamanan dan fasilitas tambahan. Tanpa anda sadari, Jakarta juga bisa menjadi tempat tujuan terbaik untuk relaksasi di kota tersibuk di Indonesia.


Sumber Informasi :
Leaflet "Enjoy Jakarta"
Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Rabu, 11 Februari 2015

Jakarta Surganya Pecinta Golf

Bagi pecinta olahraga golf, anda berlibur di kota yang tepat. Jakarta menawarkan pengalaman bermain golf yang tak tertandingi lebih dari 25 golf kelas dunia yang dirancang oleh nama-nama besar dalam dunia arsitektur lapangan golf  seperti Jack Nicklaus dan Robert Trent Jones Jr. Hampir semua lapangan golf terbaik di Jakarta berdekatan dengan pusat bisnis serta mudah dijangkau. Anda bisa dengan mudah menyalurkan bakat profesional atau sekedar hobi bermain golf. 

Jika ingin menantang keahlian bermain golf anda, pemerintah kota Jakarta rutin menyelenggarakan kompetisi golf untuk perebutan piala nasional maupun internasional yang diakui dunia. 

Datanglah ke Jakarta dan temukan surga golf anda hari ini!


Sumber Informasi :
Leaflet "Enjoy Jakarta"
Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Jakarta Surga Belanja!

Jakarta terkenal sebagai salah satu kota dengan mall terbanyak di dunia. Nikmati berburu produk impian dan cendera mata khas Indonesia dengan berbelanja di ratusan mall yang tersebar di seluruh penjuru kota. 

Temukan surga belanja anda dimana kemewahan produk-produk kenamaan berbalut kenyamanan berbelanja di mall-mall nan megah. Salah satu ikon belanja Jakarta adalah Pasar Tanah Abang yang merupakan pusat perbelanjaan tekstil terbesar se-Asia Tenggara.

Dapatkan pula diskon dan bonus berbagai produk artistik kenamaan, lokal maupun internasional. Rasakan pengalaman berbelanja yang menakjubkan hanya di Jakarta.


Sumber Informasi :
Leaflet "Enjoy Jakarta"
Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Jakarta Memanjakan Selera Anda

Berkunjung ke suatu tempat baru tidak lengkap jika belum mencicipi suguhan kuliner lokalnya. Di Jakarta, anda bisa memanjakan lidah dengan kekayaan bumbu dan rempah yang menghasilkan cita rasa masakan tradisional dan mancanegara yang istimewa. 

Nikmati pengalaman wisata kuliner mulai dari fine dining hingga warung pinggir jalan yang memberikan keunikan rasa dan pengalaman tersendiri. Dengan rentang cita rasa yang beragam ini, Jakarta sungguh menjadi surga bagi para penggemar kuliner.


Sumber Informasi :
Leaflet "Enjoy Jakarta"
Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta

Sabtu, 07 Februari 2015

Jakarta Penuh Dengan Momen

Selamat Datang di Jakarta

Jakarta adalah Kota yang merekam hampir seluruh rangkaian perjalanan Negara Indonesia. Sehingga Jakarta dijuluki sebagai Kota Sejarah. Lebih dari 50 Museum menjadikan Jakarta kaya akan sumber ilmu pengetahuan dan tempat penyimpanan obyek-obyek peninggalan lama.

Waktu adalah salah satu hal yang tidak dapat terulang. Oleh karena itu, selagi anda berada di Jakarta, manfaatkan waktu untuk berkunjung ke ikon-ikon khas Ibukota berupa Monumen, Museum, Patung-Patung Tokoh Indonesia, serta Gedung-Gedung saksi sejarah perjalanan bangsa Indonesia yang menyuguhkan pemandangan gaya arsitektur art deco dan langgam china. Temukan ciri khas setiap jalanan kota Jakarta, keselarasan ikon yang bersanding dengan modernitas, kota yang membawa kita pada keindahan dan kekhasan masing-masing area di Jakarta. Jangan lewatkan kesempatan anda untuk mengenang kota Jakarta lebih indah lewat suguhan karna seni terbaiknya. 

Silahkan kunjungi blog saya, khusus membahas Museum di Jakarta Klik Disini 


Sumber Informasi :
Leaflet "Enjoy Jakarta"
Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta


Jelajahi “Semua Ada, Semua Bisa” Enjoy Jakarta!

   Jakarta


Jakarta mempunyai suguhan terbaik untuk setiap orang dengan selera berbeda. Ajak keluarga anda untuk menjelajahi tempat-tempat seru dengan segala keistimewaannya selama liburan.

Di kota ini, anda bisa menikmati gaya hidup urban yang berpadu serasi dengan seni dan budaya, keragaman kuliner, kemeriahan berbelanja dan semarak kehidupan malam cosmopolitan.

Manfaatkan pagi anda di Jakarta untuk menelusuri keindahan karya seni bernilai historis di berbagai museum dan galeri sambil menikmati sisi kota Jakarta yang asri. Anda juga bisa menjangkau sudut kota Jakarta dengan akses Trans Jakarta yang aman, cepat dan nyaman. Ajak anggota keluarga anda untuk menikmati pusat hiburan pantai terbesar di Jakarta Bay City atau bersentuhan dengan alam di Konservasi Mangrove Pantai Indah Kapuk dan Kebun Binatang Ragunan.

Anda juga bisa membawa pulang oleh-oleh khas Indonesia serta beragam produk unik di pusat-pusat perbelanjaan ibukota.

Ingin menikmati liburan ala kaum jetset? Jakarta menawarkan pusat hiburan malam dalam bentuk club, café, bar atau pub yang bisa anda pilih secara leluasa. Untuk tetap memastikan kondisi tubuh tetap bugar selama liburan, anda bisa memanjakan diri dengan menikmati sensasi pijatan-pijatan di pusat spa terbaik berkelas internasional.

Habiskan waktu liburan anda di Jakarta, tempat dimana beragam gaya hidup dirayakan dengan balutan keragaman budaya yang semarak. Jadikan kota besar ini menjadi bagian terindah liburan anda sekeluarga. 


Sumber Informasi :
Leaflet "Enjoy Jakarta"
Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta


Ensiklopedia Jakarta

Suku Betawi

Sebuah suku bangsa di Indonesia yang pada umumnya bertempat tinggal di Jakarta. Sejumlah pihak berpendapat bahwa Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antar etnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Melayu, Jawa, Arab, Bali, Bugis, Makassar, Ambon dan Tionghoa.

Seni dan Kebudayaan Suku Betawi

Seni dan Budaya asli Penduduk Jakarta atau Betawi dapat dilihat dari temuan arkeologis, semisal giwang-giwang yang ditemukan dalam penggalian di Babelan, Kabupaten Bekasi yang berasal dari abad ke-11 masehi. Selain itu budaya Betawi juga terjadi dari proses campuran budaya antara suku asli dengan dari beragam etnis pendatang atau yang biasa dikenal dengan istlah Mestizo. 

Sejak zaman dahulu, wilayah bekas kerajaan Salakanagara atau kemudian dikenal dengan "Kelapa" (sekarang Jakarta) merupakan wilayah yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara, Percampuran budaya juga datang pada masa kepemimpinan Raja Padjajaran, Prabu Surawisesa dimana mengadakan perjanjian dengan Portugal dan dari hasil percampuran budaya antara Penduduk asli dan Portugal inilah lahir Keroncong Tugu.

Bahasa Betawi

Sifat campur-aduk dalam bahasa Betawi atau Melayu Dialek-Jakarta atau Melayu Batavia adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum yang merupakan hasil dari asimilasi kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing. 

Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Yaitu terbagi atas dua jenis yaitu Dialek Betawi Tengah umumnya berbunyi "e" dan Dialek Betawi Pinggir adalah "a". Dialek Betawi Pusat atau Tengah umumnya dianggap sebagai Dialek Betawi Sejati, karena berasal dari tempat bermulanya kota Jakarta, yakni daerah Perkampungan Betawi di sekitar Jakarta Kota, Sawah Besar, Tugu, Cilincing, Kemayoran, Kramat, Senen, hingga batas paling selatan Meester (Jatinegara). Dialek Betawi Pinggiran mulai dari Jatinegara ke selatan hingga Condet, Jagakarsa, Depok, Rawa Belong, Ciputat hingga ke pinggir selatan dan Jawa Barat. 

Contoh penutur Dialek Betawi Tengah adalah Benyamin Sueb, Ida Royani, dan Aminah Cendrakasih yang mereka memang berasal dari daerah Kemayoran dan Kramat Sentiong. Sedangkan Dialek Betawi Pinggiran adalah Mandra, Pak Tile. 

Musik Betawi

Dalam bidang Kesenian, Orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari Seni Musik Tionghoa, tetapi juga ada Rebana yang berakar dari tradisi musik Arab, Orkes Samrah berasal dari Melayu, Keroncong Tugu dengan latar bekalang Portugis-Arab, dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke Belanda-an. Saat ini Suku Betawi terkenal dengan Seni Lenong. Suku Betawi juga memiliki lagu tradisional seperti "Kicir-Kicir".

Pemain Gambang Kromong Betawi

Tarian Betawi

Seni Tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur-unsur budaya masyarakat yang ada didalamnya, contohnya Tari Topeng Betawi. Yapong yang dipengaruhi oleh Tari Jaipong Sunda. Cokek, Tari Silat, dan lain-lainnya.


Pada Awalnya, Seni Tari di Jakarta memiliki pengaruh sunda dan Tiongkok seperti Tari Yapong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing.

Ondel-Ondel


Ondel-Ondel di Kawasan Kota Tua Jakarta Barat

Boneka besar setinggi 2 meter tersebut memang dipercaya sebagai simbol nenek moyang yang menjaga anak-cucunya yang masih hidup. Dengan kata lain ondel-ondel disebut juga dipercaya untuk mengusir roh jahat setiap ada hajatan.

Keberadaan ondel-ondel yang kerangkanya terbuat dari bambu itu sudah mulai bergeser. Kadang hanya digunakan sebagai pajangan di kantor-kantor, hotel-hotel, atau tempat-tempat umum setiap acara HUT DKI Jakarta pada bulan Juli.

Drama Betawi

Drama Tradisional Betawi antara lain Lenong dan Tonil. Pementasan Lakon Tradisional ini biasanya menggambarkan kehidupan sehari-hari rakyat Betawi, dan diselingi dengan lagu, pantun, lawak, dan lelucon jenaka. Kadang, pameran lenong dapat berinteraksi langsung dengan penonton.

Drama Betawi yang menceritakan tentang keseharian Orang Betawi

Cerita Rakyat Betawi

Cerita Rakyat yang berkembang di Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen atau Si Jampang yang mengisahkan Jawara-Jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupan yang dikenal "keras".

Selain mengisahkan Jawara atau Pendekar Dunia Persilatan, juga dikenal cerita Nyai Dasima yang menggambarkan kehidpan zaman kolonial, cerita lainnya ialah Mirah dari Marunda, Murtado Macam Kemayoran, Juragan Boing, dan lainnya.

Senjata Tradisional Betawi

Senjata khas Betawi adalah Bendo atau Golok yang bersarungkan dari kayu.


Rumah Tradisional Betawi



Rumah Tradisional Khas Betawi adalah Rumah Kebaya.

Silat Betawi


Pentas Pencak Silat pada acara HUT Jakarta

Betawi memang terkenal dengan tokoh-tokoh persilatan hingga aliran jurus (maenan) yang digunakan seperti Cingkrik, Gie Sau, Beksi, Kelabang Nyebrang dan Merak Ngigel, Naga Ngerem, dan sebagainya.[1]

Abang None Jakarta

Merupakan pemuda-pemudi terbaik Jakarta yang diseleksi menjadi 15 pasang setiap tahunnya untuk menjadi Duta Wisata dan Budaya Jakarta.


Abang None adalah sebuah panggilan untuk pemuda dan pemudi Betawi yang kemudian digunakan sebagai simbol untuk Duta Muda Jakarta dalam Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta.

Pengantin Betawi



Pakaian Pengantin laki-laki disebut Pakaian Pengantin Dandanan Care Haji dinamakan demikian karna pakaian tersebut diadaptasi dari pakaian Haji atau pakaian muslim.
Sesuai dengan fungsinya sebagai pakaian kebesaran pengantin, pakaian ini dihias dengan benang emas dan manik-manik yang gemerlapan. Ragam hias tersebut disulam pada bagian depan jubah memanjang pada bagian pinggir dari dasar jubah sampai kebatas pundak.

Pakaian Pengantin Perempuan terdiri dari :
  • Tuaki
  • Kun
  • Teratai Delima
  • Alas Kaki                              
  • Tata Rias Kepala Pengantin          
  • Tusuk Bunga & Tusuk Kembang Kelape      
  • Sumping & Tusuk Paku             
  • Sanggul Buatun
  • Kembang Goyang                             
  • Burung Hong                                     
  • Kerabu                                   
  • Kalung                                     
  • Gelang
  • Bunga Melati                          
  • Melati Sisir                                
  • Siangko

Beberapa Variasi Dalam Upacara Perkawinan Adat Betawi

Variasi tersebut Khususnya pada peristilahan, dan kelengkapan upacara yang sifatnya lahiriah, sedangkan nilai-nilai hakiki yang terkandung dibalik upacara tersebut pada dasarnya sama. Keanekaragaman alat atau bahan yang digunakan dan penampilan tata cara dalam perkawinan tersebut berkaitan erat dengan kondisi sosial maupun aspek mata pencaharian penduduk setempat.
Miasalnya dibeberapa tempat seperti Condet, Kebon Jeruk, dan sekitarnya terdapat kue-kue yang khas dan selalu diikut sertakan dalam kegiatan upacar perkawinan. Kue-kue seperti dodol, uli dan geplak memiliki nilai tertentu sehingga suatu pesta apalagi pesta perkawinan tanpa kue-kue tersebut dirasa tidak afdol atau tidak lengkap. Begitu pula halnya dalam tata cara hubungan atau perkenalan antara pemuda dengan seorang gadis yang disebut "Ngelancong".
Bagi remaja masa lampau proses perkenalan dan pergaulan dibatasi secara ketat oleh adat yang telah mentradisi, ada batas tertentu yang tidak boleh dilanggar.
Ngelancong biasa dilakukan pada malam hari karena bila dilakukan pada siang hari yang bersangkutan akan merasa malu atau dikarenakn pada siang hari umumnya mereka harus mencari nafkaf.
Pada permulaan Ngelancong bisanya si pemuda akan ditemani oleh temannya, tetapi pada acara Ngelancong selanjutnya ia akan melakukan seorang diri. Acara Ngelancong dimulai dengan si pemuda mengunjungi rumah si gadis dan sesampainya di rumah ia mengucapkan "Assalamu'alaikum" yang dijawab dengan "Alaikum salam" oleh si tuan rumah. Kemudian si pemuda dipersilahkan duduk diruang depan serta ditanya maksud kedatangannya.
Pada rumah Betawi masa lalu umumnya diruangan depan atau ruang tamu terdapat Bale-bale atau Dipan yang terletak di dekat sebuah jendela. Jendela tersebut terbuat dari bilah-bilah kayu yang dapat digeser membuka dan menutup, yang disebut Jendela Bujang atau Jendela Cina. Setelah orang tua si gadis mengetahui maksud kedatangan pemuda tersebut, dan setelah berbasa-basi orang tua si gadis masuk ke ruang dalam.
Acara Ngelancongpun dimulai sesuai dengan rencana yaitu pemuda dan si gadis salin bicara, tetapi pembicaraan tersebut tidak berlangsung berduaan di ruang tamu melainkan melalui celah-celah Jendela Bujang karena si gadis tidak boleh keluar melainkan tetap di ruangan dalam di balik Jendela. Sementara si pemuda tetap di ruangan depan dan bila ia ingin melihat wajah si gadis, ia hanya dapat melihat melalui celah-celah jendela tersebut.
Begitulah acar tersebut berjalan dan apabila malam telah larut biasanya orang tua si gadis bertanya kepada si pemuda apakah ia akan pulang atau menginap maka ia diizinkan tidur di ruang depan (di Bale-bale).
Pelaksanaan Ngelancong bisa berjalan berkali-kali sampai tercapai persesuaian mengenai rencana selanjutnya. Patut dijelaskan bahwa acara Ngelancong itu bisa berlangsung atas inisiatif si pemuda sendiri dan kemudian melaporkan kepada orang tuanya, atau si pemuda yang bersangkutan diberi petunjuk oleh orang tuanya untuk Ngelancong ke rumah seorang gadis yang telah diketahui sebelumnya.
Didaerah Kebon Jeruk juaga dikenal istilah mulangin kulit pisang, bawa kiras, Njotan, diderekin, pengantin permpuan dibawa mateng. Mulangin kulit pisang adalah tata krama setelah acara ngelamar yaitu mengirim makanan/masakan seperti semur, gulai buncis, serundeng dan lain-lain. Kepada keluarga calon pengantin perempuan sebagai balasan atas kiriman dan lamarannya.
Bawa Kiras adalah membawa dua ekor ayam dan beras dua kiras sebanyak kurang lebih enam liter (kiras dibuat dari pelepah pisang yang kering yang dipakai untuk membungkus beras).
Bawa kiras adalah adat kebiasaan sewaktu pengantin laki-laki untuk pertama kali menginap dirumah keluarga pengantin perempuan, pada waktu akan menginap ia membawa dua ekor ayam dan beras enam liter (sebuah kiras berisi kurang lebih tiga liter)
Pengantin diderekin yaitu pengantin laki-laki dan pengantin permpuan duduk bersanding.
Njotan yaitu mengirim beberapa tenong makanan/masakan kepada keluarga pengantin laki-laki setelah pesta dirumah perempuan. Keluarga laki-laki akan membalasnya dengan mengirim sebuah uang kuang lebih senilai makanan kiriman tersebut.
Pengantin perempuan dibawa mentah adalah pengantin perempuan dalam keadaan belum didandani atau dirias sewaktu dijemput oleh pengantin laki-laki.
Pengantin perempuan dibawa mateng adalah pengantin permpuan dalam keadaan sudah didandani atau dirias sewaktu dijemput oleh pengantin laki-laki.
Di daerah Condet untuk mengetahui apakah seorang pengantin perempuan tetangger atau tidak benar dengan cara melihat air dalam kendi yang dibawa pada waktuacara serahan. Diantara bawaan serahan terdapat pula sebuah kendi nyang penuh berisi air dan ditutup dengan sirih. Apabila sesampainya dirumah pengantin perempuan air dalam kendi itu berkurang, itu bertanda bahwa pengantin perempuan ini tidak benar (tetangger).
Dibeberapa tempat terdapat pula variasi dalam acara buka palang pintu yaitu selain dialog antara rombongan pengantin laki-laki dengan pihak pengantin perempuan juga diadakan pertarungan jago silat. Dengan acara ini pihak pengantin perempuan menurunkan dua jago silat sedangkan pihak pengantin laki-laki menurunkan seorang jago silatnya. pertarungan antara pesilat-pesilat itu melambangkan perjuangan menyingkirkan palang pintu setelah pertarungan selesai (selalu dimenangkan oleh pesilat pihak pengantin laki-laki) sang pengantinpun dipersilahkan masuk. Falsafah yang terkandung dalam acara ini adalah bahwa baik pengantin laki-laki maupun anak keluarganya siap melindungi pengantin permpuan yang kelak menjadi istrinya.
Acara sejenis yang berlaku di daerah Tangerang dan sekitarnya adalah acara rebutan dandang yaitu rebutan alat memasak nasi. Dalam acara ini sebelumnya disiapkan dandang yang dikawal oleh pihak pengantin permpuan, pihak pengantin laki-laki harus merebutnya sampai berhasil. Keberhasilan pengantin laki-laki dalam merebut dandang tersebut adalah sebagai ungkapan bahwa ia siap bertanggung jawab sebagai seorang suami, dalam mengatasi berbagai masalah serta kesanggupannya untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya kelak.

Transportasi Jakarta yang Hampir Punah

1.   Becak


merupakan suatu transportasi beroda tiga yang umumnya ditemukan di Indonesia terutama di Jakarta. Kapasitas normal becak adalah dua orang penumpang dan seorang pengemudi. Jenis Becak yang digunakan di Pulau Jawa terutama di Jakarta adalah dengan pengemudi di belakang. Berbeda dengan Becak Sumatera yang ada di samping penumpang.

2.   Ojek Sepeda Onthel


Ojek Sepeda adalah primadona transportasi di Indonesia sejak tahun 70-an. Dahulu transportasi yang satu ini digunakan sebagai alat transportasi utama, tapi di era millennium seperti saat ini mulai terlupakan. 

Untuk saat ini,transportasi tradisional yang unik ini sudah jarang ditemukan. Dapat dinikmati di Terminal Tanjung Priok, Kawasan Wisata Kota Tua dan Museum bahari, Menara Syahbandar dan Jembatan VOC  atau di perempatan Stasiun Kereta Api Jakarta Kota (Beos).
3.   Delman
Transportasi ini menggunakan Kuda sebagai penggeraknya, Nama kendaraan ini berasal dari nama penemunya, yaitu Charles Theodore Deeleman, seorang litografer dan insinyur pada masa Hindia Belanda. 


Orang Belanda menyebut kendaraan ini dengan nama dos-à-dos, yaitu sejenis kereta yang posisi duduk penumpangnya saling memunggungi. Istilah dos-à-dos ini kemudian oleh penduduk pribumi Batavia disingkat lagi menjadi 'sado', Di propinsi indonesia lainnya, Delman memiliki nama seperti Andong, yang memiliki roda empat. Di Jakarta, penamaan andong disebut sebagai ebro yang diambil dari singkatan Eerste Bataviasche Rijtuig Onderneming yang berarti Perusahaan Kereta Pertama di Jakarta.
4.   Bemo
Bemo adalah singkatan dari Becak Motor dan merupakan kendaraan bermotor roda tiga yang biasa digunakan sebagai angkutan umum di Indonesia. Bemo mulai dipergunakan di Indonesia sejak tahun 1962, pertama di Jakarta dalam kaitannya dengan Ganefo.



Belakangan kehadiran bemo dimaksudkan untuk menggantikan becak. Karena kendaraan ini sangat praktis dan mampu menjangkau jalan-jalan yang sempit dan dapat melaju jauh lebih cepat daripada becak. 

Daftar Tokoh Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Agamawan
·         Abdullah Syafe'i, Ulama
·         Abdul Rasyid Abdullah Syafe'i, Ulama
·         Zainuddin M. Z., Ulama, Ketua Umum Partai Bintang Reformasi

Akademisi dan Ahli
·         Abdul Chaer, Ahli Linguistik, Dosen UNJ
·         Bundari A. M., Arsitek, Penulis
·         Hasbullah Thabrany, Akademisi UI
·         Ichsanuddin Noorsy, Ahli Ekonomi, Parlemen Indonesia
·         Edi Yanto, Pengacara
·         J. J. Rizal, Sejarawan
·         Syaifudin, Sosiolog/Dosen Universitas Negeri Jakarta

Artis
·         Akina Fathia, Aktris,Talent
·         Akrie Patrio, Komedian
·         Alika, Penyanyi, Anggota Girlband Princess
·         Alya Rohali, Aktris, Putri Indonesia
·         Lula Kamal, Aktris, Dokter
·         Mandra, Aktor, Pelawak
·         Mastur, Aktor
·         Mat Solar, Aktor dan Pelawak
·         Maudy Koesnaedi, Aktris
·         Nazar Ali, Aktor
·         Omaswati, Aktris, Pelawak
·         Surya Saputra, Aktor
·         Urip Arfan, Aktor, Penyanyi
·         Ussy Sulistyowati, Aktris

Atlet
·         Mohammad Robby, Pesepakbola
·         Warta Kusuma, Pesepakbola

Menteri dan Pejabat Tinggi Negara
·         Djan Faridz, Menteri Perumahan Rakyat Indonesia
·         Hassan Wirajuda, Menteri Luar Negeri Indonesia
·         Suryadharma Ali, Menteri Agama Indonesia
·         Tuty Alawiyah, Menteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia

Militer dan Kepolisian
·         Eddie Marzuki Nalapraya, Wakil Gubernur DKI Jakarta
·         Nachrowi Ramli, Kepala Lembaga Sandi Negara, Politisi Partai Demokrat

Pahlawan Nasional
·         Ismail Marzuki, Pejuang Kemerdekaan, Komposer Indonesia
·         Muhammad Husni Thamrin, Pejuang Kemerdekaan, Politisi
·         Noer Alie, Pejuang Kemerdekaan, Ulama

Politisi
·         Adang Daradjatun, Politisi PKS, Wakil Kapolri
·         Ali Sadikin, Gubernur DKI, Militer
·         Biem Benyamin, Politisi
·         Dani Anwar, Politisi PKS
·         Fauzi Bowo, Gubernur DKI
·         Muzaini Ramli, Tokoh GP Ansor, Politisi
·         Rano Karno, Wakil Gubernur Banten, Aktor, Sutradara
·         Tri Wisaksana
·         Wahidin Halim, Wali Kota Tangerang

Profesional dan Pengusaha
·         Abdullah Ali, Dirut BCA
·         Suryani Motik, Pengusaha, Tokoh IWAPI
·         Yuslam Fauzi, Dirut Bank Syariah Mandiri

Sastrawan, Seniman, Budayawan
·         Balyanur Marga Dewa, Penulis
·         Benyamin Sueb, Budayawan, Seniman
·         Bokir, Seniman
·         Chairil Gibran Ramadhan, Sastrawan
·         Firman Muntaco, Sastrawan
·         Mahbub Djunaidi, Sastrawan
·         Nasir, Seniman
·         Ridwan Saidi, Budayawan
·         S. M. Ardan, Sastrawan
·         Yahya Andy Saputra, Penulis
·         Zen Hae, Sastrawan, Ketua Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta

Sutradara
·         Deddy Mizwar, Sutradara Film, Aktor
·         Helmy Adam, Sutradara Film
·         Nawi Ismail, Sutradara Film
·         Teguh Karya, Sutradara Film

Wartawan